Sejarah Arebi

Pada era 80 an kegiatan pembangunan oleh pemerintah dan masyarakat berkembang terus berdampak pada meningkatnya investasi di sektor real estate seperti ; perumahan, apartemen, perkantoran, pertokoan, perhotelan, kawasan industri dan lain – lain, yang sebagian besar pembangunannya dilaksanakan oleh developer.

Sejalan dengan perkembangan jaman dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, kegiatan real estate semakin tumbuh dan berkembang sehingga memerlukan jasa-jasa yang terkait erat dengan real estate antara lain; penilai, pengelola, konsultan real estate, asuransi, pendidikan, pendanaan dan pemasaran ( broker real estate).

Menyadari akan tuntutan dari sektor real estate dimana masyarakatpun semakin menuntut pelayanan yang cepat lugas dan profesional, maka kebutuhan akan informasi mengenai pemasaran properti semakin menguat. Namun saat itu belum ada suatu asosiasi yang mewadahi para pengusaha broker real estate di Indonesia, sedangkan di negara lain telah banyak terbentuk asosiasi sejenis.

Merasa tergugah melihat kondisi seperti itu akhirnya Drs. Ferry Sonneville yang saat itu menjabat sebagai Ketua REI dan FIABCI, mengajak beberapa pengusaha yang tergabung dalam REI untuk bersama-sama memprakarsai pembentukan asosiasi para pengusaha broker. Rapat perdanapun diadakan pada tahun 1989 dilanjutkan dengan rapat rutin setiap minggu di jalan Sungai Pawan Jakarta Selatan. Saran dan masukan guna pembentukan asosiasi ini diperoleh dari berbagai kalangan dan para pemrakarsa yang perduli dan mengerti industri properti diantaranya ; Ferry Sonneville, Frans Mardi, Santoso Sutrisno, Cynthia G Sonneville, Ir. Sulistiyo Sidarto Mulyo, dan Pinky Elka Pangestu, yang mana semua sepakat membentuk asosiasi dengan nama Asosiasi Real Estate Broker Indonesia ( AREBI )

AREBI didirikan secara aklamasi oleh para pendiri yaitu ; Drs. Ferry Sonneville, Moh. S. Hidayat, Drs. Enggartiasto Lukita, Budiarsa Sastrawinata, Ir. Sulistiyo Sidarto Mulyo, Velly Theisa, Frans Mardi, Tommy Sunyoto, Inca W. Sianipar, dan Cynthia G Sonneville dengan menandatangani Nota Kesepakatan pada tanggal 7 Oktober 1992. Peresmian pendirian AREBI diadakan di Sahid Jaya Hotel, yang dikukuhkan pada tanggal 17 November 1992 oleh Menteri Perumahan Rakyat Ir. Siswono Yudohusodo, sekaligus pembentukan Pengurus Sementara AREBI yang terdiri dari ; Cyinthia G Sonneville sebagai Ketua Umum, dibantu oleh Frans Mardi dan Tirta Setiawan, serta didukung oleh beberapa pengurus REI yaitu Agusman Effendi sebagai Sekretaris Jenderal, dan Bagir Mulachella sebagai Bendahara.